Cara Kerja Akupunktur Dalam Mengatasi Nyeri

Bagaimana Cara Kerja Akupunktur untuk Mengatasi Nyeri? Penjelasan Ilmiah yang Selama Ini Belum Banyak Diketahui


Banyak pasien yang pertama kali datang ke klinik akupunktur membawa satu pertanyaan sederhana: "Apakah jarum kecil itu benar-benar bisa meredakan nyeri saya?" Jawabannya, yang didukung oleh riset ilmiah selama puluhan tahun, adalah: ya — dan cara kerjanya jauh lebih menarik daripada yang selama ini diajarkan di bangku kuliah.


Akupunktur Memang Efektif, Tapi Bagaimana Mekanismenya?

Akupunktur bekerja dengan jarum setipis helai rambut untuk merangsang titik-titik penting pada sistem saraf tepi. Proses ini mengirimkan sinyal dari tulang belakang ke otak. Setelah menerima sinyal tersebut, otak memicu serangkaian reaksi: mengurangi nyeri, mengendurkan otot, meningkatkan rentang gerak, dan memperbaiki aliran darah ke area yang terasa sakit. Yang menarik, efek ini sering langsung terasa sesaat setelah jarum disisipkan — bukan sugesti, melainkan proses biologis yang dapat diukur secara ilmiah.[^1][^2][^3]


Pemahaman Lama yang Sedang Dikoreksi: "Aliran Qi dan Meridian"

Selama beberapa dekade, hampir seluruh kurikulum akupunktur — baik di Amerika Serikat, Eropa, maupun Indonesia — mendominasi pemahaman mekanisme kerja akupunktur dengan konsep "aliran Qi (energi)". Dalam model ini, "energi" atau Qi mengalir ke seluruh tubuh melalui saluran tak kasat mata yang disebut jalur meridian. Bila terjadi sumbatan aliran Qi, maka area tersebut mengalami disfungsi dan melahirkan penyakit atau nyeri.

Dari pemahaman inilah, akupunktur digunakan untuk "menyeimbangkan" Qi dengan cara memasukkan jarum pada titik-titik tertentu di jalur meridian — membuka blokir energi sehingga tubuh kembali sehat. Para pelajar akupunktur pun diajarkan lebih dari 300 lokasi titik akupunktur utama beserta jalur meridian yang menutupi seluruh tubuh secara presisi.[^2]

Model "energi non-fisik" inilah yang kemudian membuat akupunktur sering disebut "energy medicine" — suatu istilah yang membuat terapi ini sulit dipahami dalam kerangka fisiologi modern Barat, dan akhirnya dimasukkan ke dalam kategori "terapi alternatif".[^3]


Akupunktur Sejatinya: Terapi Fisik untuk Sistem Saraf

Namun, sekelompok ilmuwan dan praktisi akupunktur Barat — termasuk Bob Doane, Donald Kendall, dan Paul Unschuld — telah memperjuangkan paradigma yang berbeda. Argumen utama mereka sederhana namun revolusioner: kata "Qi" tidak pernah dimaksudkan untuk diterjemahkan sebagai "energi non-fisik", dan tidak ada "jalur meridian" yang mengangkut energi gaib ke seluruh tubuh.[^4]

Sebaliknya, teori akupunktur didasarkan pada pemahaman fisik yang mendalam tentang tubuh manusia — hasil pembedahan ekstensif, studi anatomi pembuluh darah, peredaran darah, sirkulasi oksigen, sel kekebalan, dan sistem saraf. Akupunktur, dengan demikian, lebih tepat dilihat sebagai terapi fisik untuk sistem saraf, bukan terapi energi tanpa dasar fisiologis.[^5][^6][^3]


Pemahaman Fisiologis dari Teks Medis Tiongkok Berusia 2.000 Tahun

Pengobatan Tiongkok berakar pada teks-teks kuno yang ditulis sekitar tahun 300 SM dalam 18 gulungan — yang secara kolektif disebut Huangdi Neijing Suwen dan Lingshu. Teks-teks ini mencakup anatomi, fisiologi, patologi, teknik diagnostik, modalitas pengobatan, serta terapi jarum akupunktur dan herbal.[^7][^5]

Hal yang mengejutkan: terdapat bukti kuat bahwa orang Tiongkok telah memahami sirkulasi darah sirkuit tertutup yang terus-menerus dipompa oleh jantung pada saat teks ini ditulis. Sementara di Eropa, fakta ini baru "ditemukan" pada tahun 1600-an — sebelum itu, para dokter Eropa masih mengira paru-paru bertanggung jawab atas peredaran darah.[^5]

Donald Kendall, ahli akupunktur dan profesor fisiologi di UCLA, menyatakan:

"Most of the basic ideas of physiology and medicine are contained in this incredible text; it provides surprisingly accurate and detailed information on the human body, with some of the ideas clearly equivalent to those of modern Western physiology." Donald Kendall, O.M.D., L.Ac.[^6]


Akar Masalah: Kesalahan Terjemahan di Abad ke-20

https://progress.com.sg/product/acupuncture-meridian-poster/

Ada tiga penerjemah utama Barat dari kitab Suwen dan Lingshu, yaitu:

  • Dr. Willem ten Rhijne (1683)
  • Georges Soulie de Morant (1939)
  • Ilza Veith (1949)

Rhijne dan Veith menyampaikan pemahaman fisik yang lebih tradisional. Namun, de Morant menerjemahkan kata Qi sebagai "énergie" (energi), dan Jing Mai sebagai "meridian". Pilihan terjemahan inilah yang akhirnya berkembang menjadi konsep "energi non-fisik yang mengalir melalui saluran meridian" — konsep yang melekat kuat ketika pengobatan Tiongkok disebarkan ke Barat.[^4][^6]


 Jika Bukan "Energi", Apa Arti Qi yang Sebenarnya?

Kata Qi dalam konteks medis dapat diartikan sebagai: udara, napas, uap, gas, zat vital dalam darah (seperti nutrisi, sel imun, hormon, dan oksigen), atau suatu fungsi fisiologis. Ini adalah zat-zat nyata yang bisa diukur secara laboratorium.[^4]


Jika Bukan "Meridian", Apa Arti Jing Mai?

Jing Mai adalah pembuluh darah utama di seluruh tubuh. Bukan saluran energi gaib, melainkan jaringan vaskular dan saraf yang sangat nyata secara anatomis.[^8][^9]


Gambaran lengkap pun mulai terbentuk: Qi mengacu pada nutrisi, sel imun, hormon, dan oksigen dalam darah, yang didistribusikan ke seluruh tubuh melalui Jing Mai (pembuluh darah), menggerakkan berbagai proses dan fungsi tubuh — baik fisik maupun mental/emosional.


Pandangan TCM tentang Kesehatan: Sentralnya Sirkulasi Darah

Bob Doane, seorang praktisi akupunktur, merangkum pandangan pengobatan Tiongkok tentang kesehatan dengan sangat tepat:

"Highly oxygenated, highly nutritious blood coursing through the body is the key to good health." Bob Doane, L.Ac.

Menurut pandangan ini, ada 4 aspek tubuh yang harus berfungsi baik agar seseorang sehat:

  1. Pengiriman oksigen ke jaringan tubuh
  2. Sistem pembuluh darah yang sehat
  3. Sistem organ, khususnya jantung
  4. Sistem saraf yang berfungsi optimal

Sirkulasi darah sangat sentral dalam menjaga kesehatan maupun proses penyembuhan. Banyak praktisi medis Tiongkok berpengalaman bahkan menyebut "stagnasi darah" sebagai akar utama dari penyakit dan nyeri kronis. Ini sangat masuk akal secara fisiologi modern: ketika aliran darah ke suatu area terhambat, area tersebut kekurangan analgesik alami, hormon, nutrisi, oksigen, dan sel imun - semuanya terkandung dalam darah.[^9][^2]


Bagaimana Cara Kerja Akupunktur Secara Neurofisiologis?

Titik Akupunktur Adalah Simpul Saraf, Bukan Titik Energi

Titik akupunktur dalam bahasa Mandarin disebut simpul (Jie). Secara anatomis, simpul ini merupakan kumpulan kecil saraf, venula, dan arteriol yang tersebar di sepanjang cabang sistem saraf. Penelitian modern mengkonfirmasi bahwa pada titik akupunktur terdapat konsentrasi lebih tinggi sel imun, serabut saraf, jaringan ikat, dan pembuluh darah dibandingkan area lain di tubuh.[^2]


Mekanisme Penghilang Nyeri: Gate Control Theory & Opioid Endogen

Ketika jarum akupunktur menstimulasi simpul saraf, sinyal dikirim melalui serabut saraf aferen ke sumsum tulang belakang dan otak. Ada dua mekanisme utama yang menjelaskan efek analgesiknya:[^10][^11]

  • Gate Control Theory: stimulasi akupunktur mengaktifkan serabut saraf non-nosiseptif yang "menutup pintu" transmisi sinyal nyeri di level sumsum tulang belakang[^12][^2]
  • Pelepasan opioid endogen: otak melepaskan endorfin dan enkephalin (pereda nyeri alami tubuh) sebagai respons terhadap stimulasi jarum — hal ini terbukti secara farmakologis karena naloxone (antagonis opioid) dapat memblokir efek analgesik akupunktur[^10]

Selain itu, akupunktur juga terbukti memicu pelepasan serotonin, dopamin, dan noradrenalin -neurotransmiter yang menekan persepsi nyeri dan menciptakan efek relaksasi fisiologis yang terukur. Pencitraan otak (neuroimaging) pun menunjukkan aktivasi di area korteks somatosensorik, sistem limbik, dan hipotalamus selama stimulasi akupunktur.[^13][^2]


Mengapa Nyeri Kronis Bisa Terjadi?

Untuk memahami mengapa akupunktur begitu efektif untuk nyeri kronis, kita perlu memahami bagaimana rasa nyeri bekerja. Saat terjadi cedera, tubuh merespons dalam dua tahap:

Tahap 1 (Proteksi):

  • Saraf sensorik mengirim sinyal nyeri sebagai peringatan
  • Otak menciptakan guarding reflex — otot di sekitar area cedera mengencang, membatasi gerak agar tidak memperparah cedera
  • Otak membatasi aliran darah ke area tersebut untuk mencegah penyebaran racun (misalnya dari infeksi)

Tahap 2 (Penyembuhan):

  • Otak melepaskan bahan kimia penghilang rasa sakit (endorfin)
  • Otak melonggarkan guarding reflex, meningkatkan rentang gerak
  • Otak melebarkan pembuluh darah, mengembalikan aliran darah ke area penyembuhan

Masalah nyeri kronis terjadi ketika Tahap 2 tidak pernah dimulai. Penyebabnya paling sering adalah melemahnya sinyal saraf proprioseptif ke otak. Ketika sinyal proprioseptif terlalu lemah, otak tidak mengetahui dengan pasti di mana lokasi nyeri berada. Sehingga tidak dapat mengeksekusi rangkaian penyembuhan Tahap 2. Akibatnya, pasien terus merasakan nyeri tanpa ada proses penyembuhan yang benar-benar berlangsung.[^2]


Bagaimana Akupunktur Memulihkan Kemampuan Penyembuhan Otak?

Sebagian besar titik akupunktur untuk penyembuhan nyeri terletak di lengan dan kaki, keduanya merupakan bagian dari sistem saraf tepi. Ketika jarum menstimulasi simpul saraf di titik-titik ini, terjadi sesuatu yang krusial: jalur saraf proprioseptif yang melemah menjadi aktif kembali.[^2]

Reaksi saraf yang diciptakan jarum akupunktur "melompati" ambang sinyal saraf, merangsang otak untuk:

  • Melepaskan endorfin dan enkephalin ke aliran darah
  • Melonggarkan *guarding reflex* otot di area nyeri
  • Melebarkan pembuluh darah, mengembalikan aliran darah ke area yang membutuhkan penyembuhan[^1][^10][^2]

Namun, efek ini bersifat sementara. Berlangsung antara beberapa jam hingga beberapa hari. Setelah itu, sinyal proprioseptif dapat melemah kembali. Inilah sebabnya diperlukan serangkaian sesi perawatan.


Mengapa Perlu Serangkaian Perawatan?

Strategi perawatan akupunktur sesungguhnya sangat mirip dengan fisioterapi: pasien biasanya memulai dengan 2–3 kali kunjungan per minggu, lalu secara bertahap mengurangi frekuensi seiring dengan stabilnya kondisi.[^3]

Jika fisioterapi berfokus pada pelatihan ulang otot (peregangan dan penguatan), maka akupunktur pada dasarnya adalah pelatihan ulang sistem saraf. Setiap sesi akupunktur membantu "me-restart" jalur saraf proprioseptif, hingga pada akhirnya tubuh "mengingat" kembali dan memulihkan fungsi normalnya secara mandiri.[^1][^2]

Hasilnya: nyeri berkurang atau hilang secara berkelanjutan, rentang gerak meningkat, dan aliran darah ke area yang sebelumnya bermasalah kembali optimal, sesuatu yang tidak selalu bisa dicapai hanya dengan minum obat penghilang nyeri.


Fase Perawatan: Dari "Pertolongan" Hingga "Stabilisasi"

Strategi pengobatan di klinik akupunktur umumnya dibagi menjadi dua fase:

  1. Fase Pertolongan (Relief Phase). 
    • Tujuan: Meredakan nyeri aktif, mengembalikan fungsi dasar. 
    • Durasi: Minggu pertama hingga keempat.
  2. Fase Stabilisasi (Stabilization Phase)
    • Tujuan: Memastikan kondisi bebas nyeri bertahan lama, memperkuat respons saraf
    • Durasi: Berlanjut hingga kondisi stabil

Tujuan akhir bukan sekadar "bebas nyeri", melainkan mencapai kondisi kesehatan yang kuat dan berkelanjutan. Kemampuan akupunktur yang menyeluruh, termasuk menyeimbangkan fungsi sistem saraf otonom, memperbaiki pencernaan, peredaran darah, dan keseimbangan emosional, menjadikannya jauh lebih dari sekadar pereda nyeri.[^1]


Ringkasan: Sains di Balik Jarum Akupunktur

Akupunktur bukanlah "terapi energi mistis". Ia adalah terapi berbasis neurofisiologi yang telah didukung oleh bukti ilmiah modern:[^3][^1]

  • Jarum merangsang simpul saraf (konsentrasi saraf, venula, arteriol) di titik akupunktur[^2]
  • Stimulasi ini mengaktifkan jalur saraf proprioseptif yang melemah, mengirim sinyal ke otak dan sumsum tulang belakang[^11][^10]
  • Otak merespons dengan melepaskan endorfin, enkephalin, serotonin, dan dopamin, pereda nyeri alami tubuh[^13][^2]
  • Otak juga melebarkan pembuluh darah, membawa aliran darah kaya oksigen, nutrisi, dan sel imun ke area yang membutuhkan penyembuhan[^2]
  • Serangkaian perawatan "mendidik ulang" sistem saraf hingga tubuh dapat mempertahankan kondisi bebas nyeri secara mandiri[^1]

Pemahaman ini bukan hanya lebih akurat secara ilmiah, tetapi juga selaras dengan apa yang sebenarnya tertulis dalam teks medis Tiongkok berusia 2.000 tahun, jauh sebelum konsep "energi meridian" diperkenalkan oleh penerjemah Barat di abad ke-20.


Referensi utama

Jeremy Riesenfeld, L.Ac., M.Ac; Donald Kendall, O.M.D., L.Ac. (UCLA); Bob Doane, L.Ac.; PMC/NIH acupuncture mechanism studies; Stikes RS Husada, Penjelasan Akupunktur dari Sisi Medis.

---

References

1. [Efficacy, Safety and Mechanisms of Acupuncture and ...](https://esmed.org/MRA/mra/article/view/6871) - Research into the efficacy and safety of acupuncture and electroacupuncture for the relief of variou...

2. [BAB 5. Penjelasan Akupuntur dari Sisi Medis](https://eprints.stikesrshusada.ac.id/id/eprint/4254/1/Bab5_Penjelasan_Akupuntur_dari_Sisi_Medis.pdf)

3. [Mengenal Akupunktur Medik: Terapi Berbasis Bukti Ilmiah](https://primayahospital.com/akupunktur/mengenal-akupunktur-medik/) - Akupunktur medik menggunakan dasar-dasar ilmu kedokteran dan kedokteran berbasis bukti (evidence-bas...

4. [Uncover the Roots of Acupuncture: A Comprehensive Historical ...](https://acupuncturesyracuse.com/uncover-the-roots-of-acupuncture-a-comprehensive-historical-overview/) - He translated the term “qi”, which can mean – “air,” “gas”, “vapor ... Kendall, Donald. 2002. 

5. [The Anatomical and Physiological Knowledge of the Huangdi Neijing - PMC](https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11659438/)

6. [Anatomical Roots of Chinese Medicine and Acupuncture](https://www.nricm.edu.tw/var/file/0/1000/attach/30/pta_2491_461143_95963.pdf) - 12. Donald Kendall, DAO of Chinese Medicine,. Understanding an Ancient Healing Art, Oxford University

7. [Huangdi Neijing (Yellow Emperor's Classic of Internal Medicine)](https://yosan.edu/huangdi-neijing-key-tcm-theories-principles/) - Huangdi discussing medical theory with his physician in a traditional setting


8. [https://www.chinesemedicineeducation.com/wp-content/uploads/2017/05/WHISNANT_2017_Tung4_Internal-1.pdf](https://www.chinesemedicineeducation.com/wp-content/uploads/2017/05/WHISNANT_2017_Tung4_Internal-1.pdf)

9. [Blood Vessels (血脉) - TCM Concept](https://www.meandqi.com/knowledge-base/concepts/blood-vessels) - Blood Vessels (Xuè Mài) are the pathways through which Blood circulates in the body. 

10. [Editorial: Neural Substrates of Acupuncture](https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6978887/)

11. [The role and rule of afferent...](https://www.frontiersin.org/journals/neuroscience/articles/10.3389/fnins.2023.1239839/full) - In the past few decades, acupuncture analgesia has increasingly been applied in clinical practice. I...

12. [Pengaruh terapi akupuntur terhadap penurunan skala nyeri bahu di ...](https://jurnal.arkainstitute.co.id/index.php/nautical/article/download/847/643/2843) - Penelitian ini sesuai dengan teori gate control dan endorphin theory

13. [Frontiers | Potential mechanisms of acupuncture for neuropathic pain based on somatosensory system](https://www.frontiersin.org/journals/neuroscience/articles/10.3389/fnins.2022.940343/full) - Neuropathic pain, caused by a lesion or disease of the somatosensory system


Shen Akupunktur

Layanan kesehatan integratif dengan metode akupuntur kuno untuk keluarga para kaisar, TCM Food Therapy, dan therapeutic sport Tai Chi - Kan Kun. 

Komentar